Titanium

Romijn-Indira Singgih mendapatkan inspirasi dari sosok asing di Portrait Coffee Shop untuk proyeknya di Bliss & Hunter. Proyek itu akhirnya dinamai Titanium, sesuai dengan kesan yang ia tangkap dari si ganteng berparas latin itu: classy, dingin, dan tahan banting. Lalu ia bertemu lagi dengan orang ini di perayaan Cotillion yang diadakan komunitas eksklusif The Society. Sejak saat itu ia menjadi bagian dari sebuah klan keluarga bernama Hanafiah.

Austin Taura Hanafiah dipertemukan dengan seseorang saat Cotillion oleh para sepupunya: Rae, Dio, dan Harsya. Orang ini—gadis ini adalah si pemenang gelar Permaisuri Budaya yang kontroversial dan sangat realistis melihat hidup. Nyatanya ia bukanlah “orang baru” dalam kehidupan Austin; gadis ini pujaannya Audrey, saudara kembarnya yang sudah meninggal! Pertemuan mereka mengangkat kembali skandal masa lalu, dimulai dari Bali sampai ke Amsterdam. Selama ini Austin selalu berdiri di balik bayang-bayang kematian Audrey. Dan ia akan segera kehilangan hal paling berharga dalam hidupnya apabila tidak melangkah keluar.